Kamis, 15 Januari 2015

KUTEMUKAN CINTA


20 April 2014 | oleh : Damar Asih Kuntari, S.Sos | Pendamping PKH Kec. Pandak, Bantul

Aku baru saja pulang dari Puskesmas untuk koordinasi dan secara tak sengaja mengdampingi lagi seorang RTSMku yang anaknya harus rawat inap.Tak banyak yang kulakukan selain membantu mengurus administrasi berobat gratis dengan kartu PKH. (ini memang sudah jadi tanggungjawabku).

Belum begitu jauh dari puskesmas ketika aku bertemu dengan seorang gadis kecil yang melambaikan tangannya kearahku.Dia meneriakkan sesuatu yang tak jelas terdengar.Tapi aku tahu dia bermaksud menyapaku.Nama gadis kecil itu Yunika Santi.Kalau tidak salah dia duduk di bangku kelas 3 di SLB SD tak jauh dari rumahnya.Gadis kecil ini secara fisik terlahir sempurna, namun dia tak bisa bicara.Aku sering berinteraksi dengannya ketika Santika ikut ibunya dalam pertemuan kelompok. Kadang ia menggodaku, tentu dengan caranya. Ahhhhh, dia selalu sanggup membuatku bahagia.Kadang terbesit di kepalaku, tidakkah bapak biologisnya kangen pada anak ini?Yach, gadis kecil ini memang terlahir tanpa pernah tahu siapa ayah kandungnya.Dia dibesarkan oleh ibu dan kakek neneknya.
Yunika Santi, gadis kecil “istimewa” yang matanya selalu berbinar ceria, yang selalu menyapaku ramah dengan “caranya”, yang selalu berlari menghampiriku bersama Wiwik ketika aku muncul di sekolah mereka, adalah potret ketulusan mencintai yang aku temui. Darinya aku merasa diberi cinta yang benar-benar terlahir dari hati…..Terimakasih ya Allah..

Masih tentang CINTA…..
Sudah cukup lama peristiwa ini terjadi, tapi sampai kapanpun akan tetap tersimpan rapi dalam hati..
Saat itu matahari mulai tergelincir ke arah barat.Pelan-pelan kuajak AB 2583 EGku menaiki dusun Bongsren yang lokasinya agak menanjak.Ekstra hati-hati aku saat itu.Karena jalan yang kulewati hanya jalan setapak yang di cor dengan semen di dua sisinya.Jalanan agak licin karena hujan yang baru saja mengguyur. Tak focus sedikit saja ban depan bisa terperosok.  Aku menginjak remku untuk berhenti sebentar karena ragu-ragu kalau  aku salah jalan menuju rumah salah satu dampinganku.
“Mbak Damar!” tiba-tiba kudengar suara memanggilku.Langsung aku menoleh kea rah sumber suara itu.Adib, bocah yang usianya belum genap 5 tahun itu melambaikan tangannya dan tersenyum lebar.Seketika, aku merasakan sesuatu di hatiku.Terharu, bahagia, dan entahlah. Di sini, diatas sebuah bukit di sudut kecamatan ini, dibawah pohon-pohon jati yang menjulang tinggi,ditempat yang bila musim hujan tiba tanah lempungnya tak bersahabat dengan kaki, ada seorang bocah kecil mengenalku. Hah! Lagi rasa syukur yang demikian besar menyusup ke hatiku.”Terimakasih untuk mereka”
Pekerjaanku adalah CINTA…
CINTA yang dikirimkanNya padaku lewat binar mata Santika, lambaian tangan Adib, jabatan hangat Wiwik dengan tangannya yang tak sempurna dan komando Tio kepada teman-temannya ketika aku datang, “Mbak damar datang, ayo salim!dan berebutlah mereka meraih tanganku.
Pekerjaanku adalah CINTA…,
Dan karenanya, aku pun memberikan hatiku ketika  melakukannya…..

2 komentar: