![]() |
| Peserta FDS di Kec.Sleman menyimak pembukaan dari Pendamping |
Yogyakarta (Selasa, 16/09/2014). Dalam upaya memberikan pengetahuan
bagi Rumah Tangga Sangat Miskin Program Keluarga Harapan (RTSM PKH), Dinas
Sosial DIY melalui kegiatan Pembinaan dan Pemantauan Pelaksanaan PKH oleh Tim
Tahun 2014 telah melaksanakan Bimbingan Peningkatan Kemampuan / Pengetahuan
Keluarga PKH atau yang sering disebut Family
Development Session (FDS) yang bertempat di
Pendopo Kecamatan Sleman Kabupaten Sleman.
Kegiatan serupa juga akan dilaksanakan
di 3 Kecamatan lokasi PKH terpilih
dalam 3 hari, yaitu tanggal 16 September 2014 untuk Kecamatan Sleman, tanggal
17 September 2014 di Pendopo Kecamatan Tempel dan tanggal 18 September 2014
untuk Kecamatan Gamping dan Wonosari Gunungkidul.
![]() |
| RTSM PKH bermain peran |
Pada kegiatan FDS yang
berlangsung di Kecamatan Sleman dengan materi “Pencegahan Penelantaran dan
Eksploitasi Terhadap Anak” komunikasi
yang terbangun tidak bersifat satu arah, namun dikemas dalam konsep materi
interaktif melalui beberapa langkah dan menggunakan media yang mudah dipahami
oleh RTSM.
Hal tersebut akan memotivasi RTSM
berani mengeksplorasi diri sendiri. Pertama, instruktur
menyampaikan
“Pembukaan” berupa pengarahan terkait materi dan tujuan. Selanjutnya, instruktur
melontarkan pertanyaan kepada peserta tentang pengertian penelantaran terhadap anak
kemudian meminta perwakilan untuk bermain peran (rollplay) dengan sekenario dan dialog yang telah ditentukan
sebelumnya. Ini menarik, ketika teman mereka sendiri yang menjadi contoh untuk
berakting menyampaikan alur cerita.
Setelah cerita selesai, peserta dari
kelompok lain diminta untuk menanggapi tulisan yang dituangkan pada kertas
plano. Sehingga didapatkan kesimpulan tentang apa itu penelantaran terhadap
anak. Langkah selanjutnya, peserta yang terdiri dari 40 orang dibagi 3 kelompok
berdiskusi dan menyebutkan bentuk-bentuk penelantaran anak yang sering terjadi
di lingkungannya.
Kemudian peserta mempresentasikan
hasil diskusi dipandu instruktur untuk mengelompokkannya menjadi 4 jenis, yaitu
fisik, mental, sosial dan spiritual. Tidak lupa pendamping menyisipkan penyegaran dengan bernyanyi bersama peserta. Selanjutnya
review atas diskusi dikemas dalam sebuah permainan. Siapa yang menangkap bola
akan menyebutkan upaya pencegahan penelantaran terhadap anak. Bola dilempar
terus beberapa kali ke lain peserta. Suasana menjadi sangat menyenangkan karena disela-sela keseriusan peserta
masih terselip canda tawa peserta.
Metode pembelajaran di atas juga
disampaikan dalam tema eksploitasi terhadap anak. Peserta yang telah dibagi
dalam kelompok diberikan 1 set gambar, kemudian diminta untuk menyusun dan
menceritakan gambar tersebut. Sehingga didapatkan kesimpulan pengertian dan
bentuk tindakan ekploitasi. Ditutup dengan sesi terakhir yaitu permainan untuk
membedakan upaya pencegahan dan bukan dengan mengangkat bendera merah atau hijau.
Kegiatan ini melibatkan secara aktif pendamping kegiatan PKH. FDS
diharapkan mampu memotivasi pengurus RTSM peserta PKH untuk lebih percaya diri di
tengah kehidupan sosial, menambah pengetahuan dan lebih lanjut berefek pada masa
depan meningkatnya taraf kesejahteraan keluarga mereka di masa yang akan
datang. Semoga.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar