Yogyakarta,
19/08/2014. “Kami merasa belum optimal dalam capaian hasil
dalam pengentasan kemiskinan”, demikian kata Kepala Bidang Banjamsos Dinas
Sosial D.I.Y., dalam arahan Rapat Kerja Program Keluarga Harapan di Hotel
Bintang Fajar Yogyakarta, 19 Agustus 2014.
Kepala Bidang Banjamsos D.I.Y.,
Prasetyo Budhi Laksono, SE, M.Si., dengan penuh semangat menyampaikan berbagai
hal terkait dengan pelaksanaan kegiatan di Bidang Banjamsos. Semangat ini masih
dalam kerangka penyampaian ide / gagasan integrasi dan komplementaritas
pelayanan.
Perumusan formulasi baru tersebut dikemas
dalam Rapat Kerja Program Keluarga Harapan di Hotel Bintang Fajar, Jl. Perintis
Kemerdekaan Yogyakarta. Sebanyak 40 orang peserta hadir dari berbagai instansi
dan beberapa perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Perguruan tinggi
tersebut antara lain Universitas Sarjana Wiyata Yogyakarta, Universitas Negeri
Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga, APMD/STPMD Daerah Istimewa Yogyakarta.
Keterlibatan berbagai pihak ini merupakan wujud dukungan Bidang Banjamsos pada
gagasan Catur Pilar yang disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial D.I.Y., di
beberapa kesempatan dalam penanganan dan pelayanan Penyandang Masalah
Kesejahteraan Sosial. Peran masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi dan
pemerintah dalam sebuah komplementaritas pelayanan yang solid.
Masih menurut Prasetyo, “kami ingin menjadi obyek penelitian bagi
perguruan tinggi tentang pelaksanaan pekerjaan kami, sedangkan untuk
meningkatkan kapasitas para relawan kami yang baru mengandalkan semangat perlu sentuhan perguruan tinggi”. “Peran
Bapak / Ibu di perguruan tinggi sangat kami harapkan untuk mengisi kisi-kisi
kekurangan yang sementara ini masih dimiliki oleh para relawan”.
Sedangkan informasi dari Seksi KTK,
PM dan Jamsos, bahwa rumusan formulasi baru tentang bantuan modal usaha ekonomi
produktif, ini adalah rumusan terbaik untuk menyiapkan para penerima bantuan
modal usaha, pengelolaan dan keberlanjutannya. Pola pemberdayaan yang
benar-benar memenuhi keinginan berbagai pihak, setidaknya di Daerah Istimewa
Yogyakarta. Untuk memperoleh masukan yang maksimal, rapat kerja Program
Keluarga Harapan dikembangkan dengan diskusi kelompok-kelompok kecil dan pada
akhir diskusi dilakukan paparan oleh masing-masing perwakilan. Supartini, M.Si., dari Balai Besar Pendidikan
dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial mengatakan, “realitasnya tidak mudah untuk
mencetak wirausahawan”. Tetapi setidaknya ini adalah pintu masuk untuk membuat
pola baru pemberian bantuan modal usaha ekonomi produktif. (Sie KTK PM,
Jamsos).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar